Iptek » Musik

Waljinah, Sang Legenda Keroncong Sakit

February 26, 2014  ·  0 Comment


SOLO- Penyanyi keroncong legendaris Indonesia, Waljinah, kembali menderita sakit. Sudah satu bulan,sejak sejak 27 Januari 2014, penyanyi 'Walang Kekek' dan 'Yen Ning Tawang Ono Lintang' vakum dari dunia nyanyi.

Sekembalinya dari Suriname, setelah 15 hari lamannya penyanyi berusia 68 ini menggelar tour keroncongnya dinegeri tersebut, Waljinah jatuh sakit. Mengetahui anak ke sepuluh dari sepuluh bersaudara dari pasangan Wiryoraharjo dan Kamini ini jatuh sakit, pihak keluarga Waljinah langsung membawannya ke rumah sakit. Setelah dilakukan Indoscopy, ternyata ditemukan polip di perut Waljinah.

"Saya sudah satu bulan ini sakit. Ini saja meski sudah bisa duduk,tapi saya masih lemas. Katannya waktu dilakukan Indoscopy ternyata ada polip pada perut saya. Kata Dokter saya kecapean. Soalnya sebelum sakit, saya menggelar konser 15 hari di Belanda terus 15 hari di Suriname. Pulang ke Indonesia dari Suriname saya jatuh sakit,"papar Waljinah saat ditemui koranindonesia, dikediamannya di Jalan Parang Cantel, Mangkuyudan, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Menurut Waljinah,sejak itulah dirinya diharuskan beristirahat secara total di rumah. Semula waljinah mengaku sempat dirawat di rumah sakit. Namun karena pihak keluarga,terutama anak-anak Waljinah sibuk bolak-balik ke rumah sakit, sehingga sahabat karib almarhum sang maestro Gesang ini memutuskan untuk dirawat dirumah sendiri.

"Saya kasihan melihat anak-anak saya harus wira-wiri (bolak-Balik) ke rumah sakit. Jadi pekerjaan mereka terbengkalai. Karena itulah saya memutuskan dirawat saja dirumah. Untungnya dokter memberi ijin,"jelasnya.

Selama menjalani perawatan dirumah, Waljinah mendapatkan pengawasan dari dokter yang sengaja didatangkan keluargannya untuk merawat dirinya. Meski dalam kondisi masih lemas, bukan Waljinah namannya apabila tidak bercanda. Sambil berkelakar, penyanyi yang telah mengeluarkan 1.700 lagu ini mengaku seluruh tubuhnya sakit karena setiap harinya harus disuntik.

"Cobo deloken awakku iki. Kebak bekas-bekas suntikan. Loro kabeh nganti tanganku iki iki abuh. Lah piye ora loro, sedino kui aku di suntik ping dua (Coba lihat sendiri di badanku ini. Penuh bekas-bekas suntikan. Sakit semua sampai tangan saya ini bengkak. Gimana tidak sakit, sehari itu aku di tuntik dua kali,"ungkap Waljinah dengan logat jawanya.

Waljinah mengaku saat dalam tahap pengobatan, dirinya pernah mendapatkan saran dari temannya untuk mengkomsumsi obat herbal. Setelah di coba, ternyata perut Waljinah tak kuat. Akibatnya Waljinah mengaku terus-terusan muntah.

"Saiki wis lumayan. Yo kui ijek lemes banget. Ijek gelier kepalaku iki.Liyane gelier, aku ijek kerep muntah-muntah. Yen lungguh ora kuat suwi-suwi. Deloken dewe iki, aku iki disuguhi tempe karo ngombe jamu. (Sekarang ini sudah lumayan. Ya itu masih lemes sekali. Kepalaku ini masih sering berputar-putar,aku masih sering muntah-muntah. Kalau duduk tidak kuat lama-lama. Lihat sendiri, aku ini dijamu tempe sambil minum jamu),"ujarnya.

Waljinah salah satu seniman keroncong legendaris. Semua lagu-lagunya hingga saat ini masih tetap digemari sepanjang masa. Seperti halnya almarhum sang maestro Gesang, tidak hanya di Indonesia, lagu-lagu Waljina ini disukai. Di negara lain, terutama di Belanda dan Suriname, Waljinah cukup dikenal.

Tak heran selama karir di dunia musik Keroncong, Waljinah mampu menghasilkan 200 album dan 1.700 lagu rekaman.

(uky)

By


Readers Comments (0)


You must be logged in to post a comment.