DeFi, Tren Baru pada Komunitas Blockchain

DeFi, Tren Baru pada Komunitas Blockchain

DeFi, Tren Baru pada Komunitas Blockchain – Jika ada satu tren terbaru pada komunitas blockchain sedang banyak diperbincangkan, pasti hal ini tidak jauh-jauh dari istilah DeFi. Decentralization finance sendiri nyatanya sudah cukup populer lantaran memadukan nilai utama ke dalam bisnis finansial yang sudah ada belakangan ini.

Mengenal Apa Itu DeFi

Umumnya, DeFi sendiri berjalan dengan smart contract di atas platform berupa ETH atau Ethereum yang merupakan salah satu aset kripto paling populer selain BTC. Smart contract ini nyatanya memungkinkan DeFi untuk bekerja secara otomatis meski tanpa adanya kehadiran pihak ketiga.

Smart contract sendiri merupakan sebuah bahasa pemrograman. Hal ini menjadi pembeda utama antara DeFi dengan institusi keuangan konvensional lainnya seperti layanan perbankan. Informasi serupa juga dijelaskan oleh Pandu Sastrowardoyo saat menjelaskan konsep dari DeFi.

Nyatanya konsep yang diusung oleh DeFi sebenarnya tidak begitu baru. Pandu pun melanjutkan jika DeFi mengusung sistem keuangan secara terbuka. Artinya tanpa adanya kendali atau pimpinan tertinggi dimana umumnya dipegang oleh bank pada suatu produk finansial tradisional.

Sistem Keuangan dari DeFi

Pandu Sastrowardoyo melanjutkan bahwa DeFi tidak memiliki institusi yang mengelolanya bahkan tanpa adanya pekerja lantaran hanya ditentukan oleh smart contract. Semua pengelolaan didasarkan atas coding sehingga bersifat transparan dapat dilihat bagi semua orang.

Hal ini  tentu sangat berbeda jauh dari sistem keuangan milik perbankan dimana setiap orang akan menaruh kepercayaan pada perusahaan, pimpinan tertinggi ataupun brand. Lain halnya dengan DeFi dimana Anda sepenuhnya harus percaya pada jalannya smart contract oleh coding.

Produk DeFi kini kebanyakan menuju pada bisnis lending. Beberapa layanan jasa diantaranya sudah memiliki nama besar di mata masyarakat. Misalnya Synthetic, Maker DAO dan juga Compound. Sebenarnya potensi DeFi telah dianggap mampu menyapu semua bisnis di bidang finansial.

Baca Juga :  Ide Bisnis untuk Pelajar SMP & SMA

Cara Kerja Penggunaan DeFi

Umumnya, cara kerja dari DeFi ini didasarkan atas dua hal yang paling penting yaitu token dan juga smart contact. Keduanya akan menggantikan keseluruhan proses dimana biasanya dijalankan oleh pihak ketiga pada CeFi atau centralized finance.

DeFi Finance Smart Chain sendiri akan menghasilkan produk berupa lending dimana borrower mendapatkan dana guna menjamin aset kripto yang ada. Suku bunga pun bersifat dinamis. Sementara cara kerja dari layanan finansial ini memungkinkan pengguna untuk membayar lebih terjangkau karena permintaan sedikit.

Sebelum tahun 2020 silam. produk dari DeFi sebenarnya sudah mulai bermunculan. Keberadaannya memang baru saja diperbincangkan di akhir tahun lalu. Hal ini dapat ditunjukkan dari perkembangan nilai dalam ETH pada 2020 bisa mencapai $14,74 miliar sementara di 2018 dan 2019 hanya ratusan dollar.

Popularitas DeFi Semakin Meningkat

Tidak hanya nilai bitcoin saja yang nyatanya diminati oleh pangsa pasar. Kenaikan drastic juga dirasakan oleh DeFi sendiri dikarenakan penerimaan regulator. Lembaga besar dari Bursa Amerika Serikat sudah membuat keputusan guna menyetujui dana kelola dengan basis Ethereum Juli silam.

Tidak hanya adanya keputusan itu saja, nama-nama besar di industri keuangan nyatanya juga sudah mulai beralih ke blockchain untuk mengintegrasikannya ke sistem mereka, sebut saja ANZ dan juga JP Morgan. Semarak perkembangan DeFi nyatanya sudah merambah ke tanah air juga.

Produk dari DeFi memang masih bisa dihitung dengan jari, namun perbincangan akan hal ini dalam tiap komunitas nyatanya sudah membuatnya semakin populer. Beberapa diantaranya yaitu UNYdex, Tadpole Finance dan VynDAO. Ketiganya merupakan buatan Indonesia.

Tantangan DeFi

Nyatanya penggunaan DeFi masih menyimpan beberapa tantangan bagi siapa saja penggunanya. Hal ini perlu Anda perhatikan sebelumnya sehingga tidak asal mengoperasikannya padahal masih belum menguasainya.

Baca Juga :  Ide Bisnis untuk Pelajar SMP & SMA

Pertama yaitu sistem blockchain tidak selamanya dapat dikatakan aman. Jadi nilai jaminan untuk keamanan masih terlampau jauh bahkan bisa lebih besar jika dibandingkan dengan pinjamannya sendiri.

Masih ada juga resiko terjadinya penipuan yang mengambil celah dari hype DeFi. Hal ini bisa saja terjadi karena sistemnya memang mudah sekali saat digunakan. Anda pun dapat membuatnya sekarang tanpa menunggu waktu lama.

Popularitas DeFi kini sudah semakin marak diperbincangkan oleh banyak komunitas di bidang finansial. Nyatanya sistem keuangan ini masih saja menyimpan beberapa tantangan meskipun sudah dianggap sangat memudahkan pengguna.